06.01.2016 - masih postingan super telat dari liburan kami di Semarang.
Ini bukan kali pertama kami main ke Kampung Laut. Sejak sebelum menikah dulu, momo-ibu sering sekali ngajak makan di sini tiap kami main ke Semarang. Suasananya asyik, benar-benar berasa di pinggir laut. Makanannya juga enak. Puas rasanya kalau kumpul keluarga dan makan-makan di Kampung Laut.
Ini bukan kali pertama kami main ke Kampung Laut. Sejak sebelum menikah dulu, momo-ibu sering sekali ngajak makan di sini tiap kami main ke Semarang. Suasananya asyik, benar-benar berasa di pinggir laut. Makanannya juga enak. Puas rasanya kalau kumpul keluarga dan makan-makan di Kampung Laut.
04/01/2016
On the way to Jogja..
Eyang-eyangnya Q ini seneng banget mampir-mampir dulu kalau kita mau jalan jauh. Dengan begitu anak-anak bisa jadi nggak terlalu bosen lama-lama di jalan dan bisa liat tempat-tempat yang seru.
Kali ini, dalam perjalanan ke Yogyakarta kami mampir ke Taman Wisata Kopeng yang letaknya di antara Salatiga dan Magelang. Kaget juga ternyata di sana ada kawasan wisata yang cukup lengkap untuk liburan keluarga. Ada Hotel, Outbond Center, Kids Playground bahkan Waterpark!
Berhubung kali ini judulnya hanya melipir, jadi kita cuma liat-liat sekitar waterpark dan resto-nya aja. Tapi liat waterpark-nya aja udah bikin pengen nyemplung! Anak-anak antusias banget liatnya. Untuk yang berencana liburan ke daerah Jawa Tengah, Semarang atau Magelang, mungkin Kopeng Waterpark dan Taman Wisata Kopeng ini bisa jadi alternatif tempat yang dituju.
Setelah melipir ke Kopeng di kaki Gunung Merbabu, kami melanjutkan perjalanan dan kembali mampir menengok gunung di sebelahnya, Gunung Merapi. Eyang kakung ngajak kami untuk mampir ke Ketep Pass.
Lokasinya tepat di antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Meski belum pernah hiking langsung ke gunung, tapi Qavi keliatannya cukup senang diajak melihat gunung dari jarak jauh. Di sini kami (lagi-lagi) ngemil cantik jagung bakar dan mie cup. Pas banget sama udara di sini yang dingin, enaknya memang makan yang anget-anget, dan nggak lupa ditambah kopi panas, yumm~
Sebenernya di sini katanya ada museum dan beberapa teropong, tapi kunjungan kami hari itu singkat banget, jadinya memang nggak menyempatkan untuk mampir nengok museumnya atau jalan-jalan keliling area Ketep Pass.
Akhirnya setelah seharian dengan perjalanan menyenangkan, sampai juga kita di Yogyalarta. Malam itu kami menginap di Inna Garuda Hotel, dengan pelayanan yang ramah, cukup menyenangkan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke pantai keesokan harinya.
On the way to Jogja..
Eyang-eyangnya Q ini seneng banget mampir-mampir dulu kalau kita mau jalan jauh. Dengan begitu anak-anak bisa jadi nggak terlalu bosen lama-lama di jalan dan bisa liat tempat-tempat yang seru.
Kali ini, dalam perjalanan ke Yogyakarta kami mampir ke Taman Wisata Kopeng yang letaknya di antara Salatiga dan Magelang. Kaget juga ternyata di sana ada kawasan wisata yang cukup lengkap untuk liburan keluarga. Ada Hotel, Outbond Center, Kids Playground bahkan Waterpark!
Berhubung kali ini judulnya hanya melipir, jadi kita cuma liat-liat sekitar waterpark dan resto-nya aja. Tapi liat waterpark-nya aja udah bikin pengen nyemplung! Anak-anak antusias banget liatnya. Untuk yang berencana liburan ke daerah Jawa Tengah, Semarang atau Magelang, mungkin Kopeng Waterpark dan Taman Wisata Kopeng ini bisa jadi alternatif tempat yang dituju.
Setelah melipir ke Kopeng di kaki Gunung Merbabu, kami melanjutkan perjalanan dan kembali mampir menengok gunung di sebelahnya, Gunung Merapi. Eyang kakung ngajak kami untuk mampir ke Ketep Pass.
Lokasinya tepat di antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Meski belum pernah hiking langsung ke gunung, tapi Qavi keliatannya cukup senang diajak melihat gunung dari jarak jauh. Di sini kami (lagi-lagi) ngemil cantik jagung bakar dan mie cup. Pas banget sama udara di sini yang dingin, enaknya memang makan yang anget-anget, dan nggak lupa ditambah kopi panas, yumm~
Sebenernya di sini katanya ada museum dan beberapa teropong, tapi kunjungan kami hari itu singkat banget, jadinya memang nggak menyempatkan untuk mampir nengok museumnya atau jalan-jalan keliling area Ketep Pass.
Akhirnya setelah seharian dengan perjalanan menyenangkan, sampai juga kita di Yogyalarta. Malam itu kami menginap di Inna Garuda Hotel, dengan pelayanan yang ramah, cukup menyenangkan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke pantai keesokan harinya.
>> Taman Wisata Kopeng <<
Jalan Raya Salatiga - Magelang KM 15
Kopeng, Getasan, Semarang
Jawa Tengah
>> Ketep Pass <<
Jalan Blabak Boyolali No.16
Sawangan, Magelang
Jawa Tengah
03/01/2016
Masih cerita seputar liburan kami di Semarang awal tahun ini...
Kalau judulnya liburan ke Semarang, Yangkung sama Yangti pasti ngajak jalan-jalan keliling tempat-tempat asyik. Kali ini kita diajak main ke Susan Spa & Resort yang letaknya di daerah Bandungan, Jawa Tengah. Bandungan itu bisa dibilang daerah dinginnya Semarang, mungkin hampir sama lah yaa, sama Lembang-nya Bandung, adeeemmm..
Susan Spa & Resort ini punya beberapa fasilitas dalam satu kawasan. Tempat menginap, restoran, kolam renang indoor, taman kecil menyenangkan dengan berbagai jenis burung dan bunga, sampai venue untung wedding day lengkap dengan chapel-nya, plus bonus pemandangan sekeliling resort yang kece karena letaknya yang berada di lereng gunung Ungaran.
Nggak sempet foto makanannya karena udah keburu pada laper. Jadinya kita foto-foto sambil keliling tempatnya aja. Turun dari restoran yang berada di bagian atas, ada kolam renang indoor dan ruangan fitnes. Nginep atau nggak, kita boleh kok berenang di sini. Ada kolam air hangatnya juga, lho!
Turun lagi, ada cafe yang bersebelahan dengan playground anak-anak. Bahagia banget deh rasanya nemu playground anak di tempat umum, apalagi di deket cafe atau resto.. *namanya juga emak-emak, hahahaaaaa.. Anak senang ibu bisa ngopi-ngopi dengan tenaaaaannggg.. Tapi kali ini kita nggak ngopi, di situ. Q main sebentar di playground yang kebetulan lagi kosong, lalu kita lanjutin lagi keliling Susan Spa & Resort.
Turun dari cafe dan playground, ada La Kana Royal Wedding Venue. Area ini biasa digunakan untuk acara pernikahan. Ada chapel dengan background alam pegunungan di sini.. ♥
Seru juga kayaknya kapan-kapan nginep di sini.. Berhubung jadwal "touring" kami masih berderet, hari itu kami mampir liat-liat aja. Keliling Susan Spa & Resort aja bisa seharian, main di taman, liat-liat koleksi bunga dan burung mereka. Di luar resort juga ada beberapa kuda yang siap untuk ditunggangi dan ngajak kita keliling area pegunungan yang sejuk, lho.
Buat yang mau ke daerah Bandungan, Susan Spa & Resort bisa jadi alternatif tempat menginap yang seru. Have a nice holiday!
Masih cerita seputar liburan kami di Semarang awal tahun ini...
Kalau judulnya liburan ke Semarang, Yangkung sama Yangti pasti ngajak jalan-jalan keliling tempat-tempat asyik. Kali ini kita diajak main ke Susan Spa & Resort yang letaknya di daerah Bandungan, Jawa Tengah. Bandungan itu bisa dibilang daerah dinginnya Semarang, mungkin hampir sama lah yaa, sama Lembang-nya Bandung, adeeemmm..
Susan Spa & Resort ini punya beberapa fasilitas dalam satu kawasan. Tempat menginap, restoran, kolam renang indoor, taman kecil menyenangkan dengan berbagai jenis burung dan bunga, sampai venue untung wedding day lengkap dengan chapel-nya, plus bonus pemandangan sekeliling resort yang kece karena letaknya yang berada di lereng gunung Ungaran.
Nggak sempet foto makanannya karena udah keburu pada laper. Jadinya kita foto-foto sambil keliling tempatnya aja. Turun dari restoran yang berada di bagian atas, ada kolam renang indoor dan ruangan fitnes. Nginep atau nggak, kita boleh kok berenang di sini. Ada kolam air hangatnya juga, lho!
Turun lagi, ada cafe yang bersebelahan dengan playground anak-anak. Bahagia banget deh rasanya nemu playground anak di tempat umum, apalagi di deket cafe atau resto.. *namanya juga emak-emak, hahahaaaaa.. Anak senang ibu bisa ngopi-ngopi dengan tenaaaaannggg.. Tapi kali ini kita nggak ngopi, di situ. Q main sebentar di playground yang kebetulan lagi kosong, lalu kita lanjutin lagi keliling Susan Spa & Resort.
Turun dari cafe dan playground, ada La Kana Royal Wedding Venue. Area ini biasa digunakan untuk acara pernikahan. Ada chapel dengan background alam pegunungan di sini.. ♥
Seru juga kayaknya kapan-kapan nginep di sini.. Berhubung jadwal "touring" kami masih berderet, hari itu kami mampir liat-liat aja. Keliling Susan Spa & Resort aja bisa seharian, main di taman, liat-liat koleksi bunga dan burung mereka. Di luar resort juga ada beberapa kuda yang siap untuk ditunggangi dan ngajak kita keliling area pegunungan yang sejuk, lho.
Buat yang mau ke daerah Bandungan, Susan Spa & Resort bisa jadi alternatif tempat menginap yang seru. Have a nice holiday!
>> Susan Spa & Resort <<
Jalan Gintungan Utara, Dusun Piyoto
Bandungan, Jawa Tengah
(0298) 711766
Qavi is THREE!
OMG times really flies..!!
Kayaknya kemaren si bayi kicik ini kerjanya masih mimik-tidur-mimik-tidur, sekarang sehari tidur siang aja rasanya udah amazing banget! Hahahaaa.. Nggak laaahh.. lebay aja gue.. biar seruu..
Kado buat Q udah disiapin dari beberapa minggu yang lalu. Judulnya nemu blocks di Tokped, terus nanya Q maunya yang mana, lalu gue order aja mumpung barangnya lagi ada. Tahun lalu sempet order mainan parking garage gt soalnya di 3 toko dan semuanya habis! Akhirnya nggak dapet. Naaahh, daripada keulang lagi, mending siap-siap dari jauh hari, jadi kalau misal nggak dapet bisa cari alternatif lain buat kadonya.
Request kado bidey-nya sebenernya surprise egg. Yup! He's nearly three and never get a single surprise egg. Selama ini memang nggak pernah dikasih meski anaknya udah ngerti karena benda ini selalu ada di deket kasir supermarket. Bukan karena kami pelit, tapi kami sepakat untuk kasih apapun yang bentuknya barang itu by moment. Maunya tuh ada kenangan di tiap barang yang dia punya gituuu, biar dia lebih sayang sama barang-barangnya.
Jadilah kadonya satu kotak Surprise Egg seri Cars dan satu set Blocks seri mobil-mobilan.
Sehari sebelum tanggal 5, gue yang seperti biasa suka mendadak heboh dan ngeribetin diri sendiri ini tetiba pengen bikin dekorasi biar foto birthday-nya nggak garing, hahaaa.. Niatnya mau bikin dessert table tapi apalah daya sehari nggak cukup buat preparing karena mesti bolak-balik ke sana ke mari dan baru balik malem banget sampe rumah.
Akhirnya gue dibantuin S (dan sedikit debat, hahaa..) bikin satu bagian tembok rumah sedikit lebih kece dengan nempelin ini itu yang baru dikerjain dari tengah malem sampe subuh menjelang. Untung anaknya bangun siangan jadi kita masih ada waktu untuk tidur sedikit sebelum kasih birthday surprise hari itu.
Daaaann.. seperti biasa, Q yang anti banget jadi pusat perhatian, jadi koala nemplok emaknya karena pagi-pagi bangun tidur disodorin tiup lilin dan dinyanyiin "happy birthday" sama oma dan om-om nya.. padahal cuma segituan doang lho orang di rumah, tapi tetep aja nggak mau.. jadilah mesti dibujuk untuk tiup lilin dan buka kado, hahaaa..
Birthday Cake-nya kali ini beli aja, karena cake favoritnya Q itu Chocolate in box-nya Toko Coklat, jadi malem sebelumnya udah pesen ke sana, dan dikasih tulisan lucu banget sama chef-nya.. Thank you yaa ooommm~ ♥
Semangat banget buka kadonya setelah semua pada bubar dan nggak merhatiin Q lagi. Lalu pas tau dapet surprise egg, langsung dibuka semua dan dimainin si hadiah kecil di dalamnya! Terus bolak-balik di-keluar-masukkin ke egg shell-nya, hahaa.. kocak! Cokaltnya dimasukkin ke mangkok dan dicemilin terus. Enak juga coklatnya!
Terus si blocks-nya ternyata berhasil bikin Q mainan seharian. Bener-bener seharian bongkar pasang dilanjut pretend play dan seru-seruan bareng momonya.
I am beyond happy!
OMG times really flies..!!
Kayaknya kemaren si bayi kicik ini kerjanya masih mimik-tidur-mimik-tidur, sekarang sehari tidur siang aja rasanya udah amazing banget! Hahahaaa.. Nggak laaahh.. lebay aja gue.. biar seruu..
Kado buat Q udah disiapin dari beberapa minggu yang lalu. Judulnya nemu blocks di Tokped, terus nanya Q maunya yang mana, lalu gue order aja mumpung barangnya lagi ada. Tahun lalu sempet order mainan parking garage gt soalnya di 3 toko dan semuanya habis! Akhirnya nggak dapet. Naaahh, daripada keulang lagi, mending siap-siap dari jauh hari, jadi kalau misal nggak dapet bisa cari alternatif lain buat kadonya.
Request kado bidey-nya sebenernya surprise egg. Yup! He's nearly three and never get a single surprise egg. Selama ini memang nggak pernah dikasih meski anaknya udah ngerti karena benda ini selalu ada di deket kasir supermarket. Bukan karena kami pelit, tapi kami sepakat untuk kasih apapun yang bentuknya barang itu by moment. Maunya tuh ada kenangan di tiap barang yang dia punya gituuu, biar dia lebih sayang sama barang-barangnya.
Jadilah kadonya satu kotak Surprise Egg seri Cars dan satu set Blocks seri mobil-mobilan.
Sehari sebelum tanggal 5, gue yang seperti biasa suka mendadak heboh dan ngeribetin diri sendiri ini tetiba pengen bikin dekorasi biar foto birthday-nya nggak garing, hahaaa.. Niatnya mau bikin dessert table tapi apalah daya sehari nggak cukup buat preparing karena mesti bolak-balik ke sana ke mari dan baru balik malem banget sampe rumah.
Akhirnya gue dibantuin S (dan sedikit debat, hahaa..) bikin satu bagian tembok rumah sedikit lebih kece dengan nempelin ini itu yang baru dikerjain dari tengah malem sampe subuh menjelang. Untung anaknya bangun siangan jadi kita masih ada waktu untuk tidur sedikit sebelum kasih birthday surprise hari itu.
Daaaann.. seperti biasa, Q yang anti banget jadi pusat perhatian, jadi koala nemplok emaknya karena pagi-pagi bangun tidur disodorin tiup lilin dan dinyanyiin "happy birthday" sama oma dan om-om nya.. padahal cuma segituan doang lho orang di rumah, tapi tetep aja nggak mau.. jadilah mesti dibujuk untuk tiup lilin dan buka kado, hahaaa..
Birthday Cake-nya kali ini beli aja, karena cake favoritnya Q itu Chocolate in box-nya Toko Coklat, jadi malem sebelumnya udah pesen ke sana, dan dikasih tulisan lucu banget sama chef-nya.. Thank you yaa ooommm~ ♥
Semangat banget buka kadonya setelah semua pada bubar dan nggak merhatiin Q lagi. Lalu pas tau dapet surprise egg, langsung dibuka semua dan dimainin si hadiah kecil di dalamnya! Terus bolak-balik di-keluar-masukkin ke egg shell-nya, hahaa.. kocak! Cokaltnya dimasukkin ke mangkok dan dicemilin terus. Enak juga coklatnya!
Terus si blocks-nya ternyata berhasil bikin Q mainan seharian. Bener-bener seharian bongkar pasang dilanjut pretend play dan seru-seruan bareng momonya.
I am beyond happy!
HAPPY BIRHTDAY, DEAR LITTLE PRINCE!
Be Honest, Be Silly, Be Kind, and Be Brave!
May there be the greatest adventures await.
We love you to infinity and beyond.
♥ momo and bubun ♥
Hai!
Edisi pengen cerita aja.. setelah berhari-hari gak sempet posting..
Namanya manusia yaa, banyak mau dan suka baper (aiihh, kekinian sekali gue!). Dikasih sepi orderan pusing pala mikirin tagihan. Dikasih banyak kerjaan pusing pala ngejadwalin mana yang mesti dikerjain duluan. Alhamdulillah gue lebih seneng pusing pala karena alesan yang kedua, meski biasanya akan selalu berujung pada begadang berhari-hari dan ngopi bergelas-gelas serta imboost dan madu untuk bikin badan tetep vit..
Yasudahlah, yang penting semua bisa jalan sama-sama, beres satu-satu, dan bisa tetep kruntelan dan main dan jalan-jalan dan makan enyak sama si bocah tengil dua itu (Yes! Dua-duanya bocah dan tengil memang. Like father like son!).
Anyway, setelah hari ibu kemarin gue dan Qavi puas tiduran sampe siang karena malemnya Q habis nemenin mobun-nya begadang, hari ini kami nge-date berdua aja. Momonya lagi ke Puncak, ada kerjaan yang mesti diberesin.
We miss you already, mo.. Anaknya dari bangun sampe mau tidur lagi nanyaiiiinnn mulu.. nah yang ini like mother like son lah yaa, hahaaa..
Gue dari kecil ke mana-mana naik angkot, sendiri, sama mama, sama temen, atau rame-rame. Sejak pertama kali bawa Qavi naik angkot (yang ternyata gak susah), gue jadi ketagihan jalan berdua doang. Asiknya lagi, kalau naik angkutan umum akan selalu ada banyak yang bisa diceritain.
Hari ini Bandung macet banget. Beberapa hari belakangan selalu kaya gini. Dari rumah gue di daerah Timur sampe Cicaheum aja sejam! padahal biasanya 15-20 menit aja kalau naik angkot. Untung perginya pas jam tidur siangnya Qavi, jadi aman soalnya anaknya tidur. Tapi panasnya ampun deh!
Sepanjang jalan liat pengendara motor yang ngelewatin trotoar. Seperti biasa. Udah nggak aneh lah. Tapi tetep aja sebel!
Liat orang buang sampah sembarangan. Padahal posisinya gak lagi dalam kondisi harus-banget-buang-sampah-sekarang-juga.
Ada yang naik motor rame-rame, suami istri dan dua anaknya. Ngerti, lebih murah, lebih cepet, lebih praktis. Miris aja liatnya. Anak-anaknya nggak ada yang dipakein helm.
Daaaaannn..banyak hal-hal lainnya yang sungguh bikin kita (atau gue doang kali ya) jadi mikirin ini itu, kenapa gini kenapa gitu.. yasudahlah..
Hari ini Qavi maunya digendong mulu. Entah kenapa padahal kemarin-kemarin maunya jalan sendiri gak mau dipegangin. Capek katanya. Mungkin iya sih, mengingat beberapa hari belakangan jam tidurnya jadi gak teratur karena ikutan kami kerja terus ke sana ke mari. Yasudlah, disyukurin aja. Meski encok pegel linu tapi thanks God masih bisa peyuk-peyuk si anak bujang.
Kadang kesel, diajak jalan-jalan malah minta gendong mulu. Tapi lalu tarik nafas dan kiss kiss dan hug hug biar keselnya ilang. Plus ngingetin diri sendiri, konon katanya anak cowok itu sebentar banget mau dipeluk-peluk dan di-kiss-kiss-nya, jadi nikmatin ajaaaa.. :)
Sampai di BEC kita makan dulu di Bakmie GM. Mas-masnya cepat tanggap! Langsung nawarin mau pake baby chair atau gak, dan langsung gue iya-in. Satu lagi yang bikin gue bersyukur. Sepanjang makan Qavi mau duduk manis di baby chair. Makannya juga gak pake syusyah. Yaiyalah pesennya bakmie, favorit banget itu mah! Hahahaaa..
Tapi baksonya nggak habis, keasinan! Lupa bilang tadi sama pegawainya. Baksonya hari ini asin banget, mas! Yakali dibaca sama pegawai atau manager-nya Bakmie GM. Dan jamurnya dikit banget.. Perdana nih nyobain Bakmie GM di Bandung. Beberapa kali makan di Jakarta rasanya baksonya gak seasin ini deh.. Too bad.. Padahal kita sekeluarga pengemar Bakmie GM, kalau di Jakarta di manapun kalau udah gak-tau-mo-makan-apa-karena-udah-laper-dan-gak-bisa-mikir, pilihan selalu jatuh pada Bakmie GM karena rasanya udah pasti enak.
Selesai makan, kita naik ke Game Master. Cuma main 2 game. Lalu nonton yang lagi main Danz Base. Qavi doyang banget nonton yang lagi main Danz Base. Beneran nonton doang, di pinggir atau belakang. Anteng banget apalagi kalau yang main jagoan! Hihiii..
Pulangnya macet juga. Lalu baru pindah angkot, gak lama doi ngetem di Pahlawan. Lalu Qavi mulai menunjukkan tanda-tanda soon-to-be-cranky. Diajak turun aja deh. Sekalian beli Dunkin buat kasih oma yang hari ini ulang tahun.
Setelah beli DD di Giant, gue mampir ATM, taro 1/2 lusin donat di atas mesin ATM. Belum selesai transaksi, Qavi pengen pipis. Pengen pipis banget katanya. Buru-buru masukin uang sama ATM ke dompet, lalu cuss ke toilet umum.
Udah beres, mau pasangin sepatu Qavi, baru inget si donat setengah lusin ketinggalan di ATM. Buru-buru balik ke sana, dengan perasaan yakin pasti udah gak ada. Dan beneran udah gak ada..
Rasanya gondok! Iya, beneran deh gak boong, asli gondok banget..
Lalu terlintas kemarin baru aja nonton sekilas adegan di salah satu film tentang ibu yang diputer di tv lokal, sang ibu ngingetin anaknya untuk jangan pernah mengambil apapun yang bukan hak mereka, in a hard way, tangan anak-anaknya dicepret (apa sih bahasa Indonesia yang baik dan benarnya?) karena ketauan ngambil sesuatu. Sakit pasti, tapi gue bisa ngerasain apa yang dirasain ibunya, dan gue yakin ajaran itu bakal tertanam dalem di anak-anaknya itu. Sayang lupa judulnya dan nggak nonton lanjutannya karena mesti lanjutin kerjaan.
Tapi, bertahun-tahun bareng S, dari jaman pacaran sampe nikan dan punya Q dan sampe saat ini, gue jadi belajar banyak soal ikhlas. Sore tadi gue bilang baik-baik sama Q, kalau donatnya hilang.
Dengan berusaha gak mengeluarkan beberapa kalimat ini..
Kalau Q gak rusuh minta pipis tadi.. Kalau tadi pas di BEC dengerin bubun buat pipis dulu sebelum jalan pulang.. Harusnya tadi gak mampir ATM dulu, toh masih ada uang buat ongkos.. dan pikiran-pikiran setipe lainnya...
Habis dikasih kabar duka kalau donat hijau favoritnya yang juga ada di dalem dus itu hilang, merengeklah si bocah ini. Gue? Tarik nafas dalem-dalem.. Minta Q untuk gak merengek, lalu masangin sepatunya yang tadi belum sempet kepasang karena gue masih berharap si donat masih ada di tempatnya.
Masih setengah merengek, Q bilang "beli lagi aja donatnya..".
Akhirnya gue putusin buat beli lagi si donat. Kita balik lagi, minta setengah lusin donat yang sama dengan sebelumnya. Si mbaknya bingung, gue cerita singkat (karena kalau gue di posisi dia gue bakal penasaran apa yang terjadi dengan donat sebelumnya).
Keputusan beli lagi donat itu bukan karena Q merengek. Itu mah dibeliin satu lagi donat ijo juga beres. Tapi karena udah niat mau bawain donat buat omanya yang lagi ulang tahun di rumah. Plus untuk meyakinkan diri gue sendiri buat ikhlas kehilangan setengah lusin donat sebelumnya. Dan ini berhasil! Mungkin setengah lusin donat sebelumnya bukan rejeki kami, tapi rejeki orang yang dapetnya, jadi yasudahlah. :)
Malemnya Qavi nemenin gue ke pak RW untuk ngurusin KK. Pulangnya kita main sepeda-sepedaan. Pura-puranya naik sepeda, setengah lari sambil tangan kaya pegang stang gitu. I know it's kinda silly, but I love doing silly things with him..
Hampir sampai di depan rumah, gue berhenti mau ambil sampah bekas packaging di tengah jalan, lalu braaakk!! Qavi jatuh persis di depan gue dan gak kepegang. Buru-buru gue gendong Q, buang sampah ke tempat sampah deket situ, lalu mastiin mukanya yang abis nyium aspal gak kenapa-kenapa.
Merasa bersalah, iyalah pastinya. Tapi gue manusia, bisa melakukan kesalahan meski buat orang lain mungkin itu hal yang bodoh - Anak jatuh depan mata kok bisa gak ketahan? Malem-malem kok dibiarin lari-larian?
I did feel guilty..
Sampai depan rumah dibukain pintu sama omanya dan langsung dicecer pertanyaan khas oma-oma dengan penegasan yang gue terima adalah "kenapa bisa jatuh? kenapa gak dipegangin?", yang sejujurnya bikin gue terpojok dan makin merasa bersalah.
Tapi gue dan S udah sepakat soal pengasuhan anak, apapun yang terjadi, sebisa mungkin jangan saling menyalahkan. Fokus sama how to fix it dan terima aja yang udah terjadi.
Jadi daripada gue ribut lebih lanjut nanggepin omanya, atau sibuk menyalahkan diri sendiri, atau nyalahin Q yang malem-malem malah lari-larian, mending langsung aja bawa Q ke kamar dan ngecek hasil jatuhnya. Bawa ke kamar mandi, cuci-cuci, lalu menghibur si unyil satu ini sampe berhenti nangis. Kasih minum, baru tanya mana yang sakit. Dan ternyata sakitnya gak seberapa, kaget katanya. Tapi pas dicek, bibir atas, dagu, tangan sama lututnya baret karena jatuh tadi.
Gue inget, dulu kalau ketauan ada tambahan luka lagi di badan anaknya, mama selalu ngomel. Jalan hati-hati! Jangan lari-lari makanya! Siapa suruh naik-naik ke pohon? Makanya kalau dikasih tau dengerin!
Dan rasanya gak enak! Udah mesti nahan sakit, diomelin pula.. Akhirnya gue lebih memilih untuk gak bilang-bilang kalau sakit.
Gue mau memutus kebiasaan itu. Berusaha untuk lebih santai ngadepin hal-hal kayak gini. Karena anak-anak mesti hidup sebagai anak-anak. Melihat dunia sebagai anak-anak. Dengan sesedikit mungkin batasan ketakutan-ketakutan kita para orang dewasa.
Jatuh pas main sepeda-sepedaan di pinggir jalan malem-malem bukan sesuatu yang salah, atau menakutkan, atau bodoh. Itu adalah bagian dari pengalaman serunya sebagai anak-anak. Jadi menurut gue, biarin aja, it's ok! Lain kali lebih hati-hati aja.. :)
Edisi pengen cerita aja.. setelah berhari-hari gak sempet posting..
Namanya manusia yaa, banyak mau dan suka baper (aiihh, kekinian sekali gue!). Dikasih sepi orderan pusing pala mikirin tagihan. Dikasih banyak kerjaan pusing pala ngejadwalin mana yang mesti dikerjain duluan. Alhamdulillah gue lebih seneng pusing pala karena alesan yang kedua, meski biasanya akan selalu berujung pada begadang berhari-hari dan ngopi bergelas-gelas serta imboost dan madu untuk bikin badan tetep vit..
Yasudahlah, yang penting semua bisa jalan sama-sama, beres satu-satu, dan bisa tetep kruntelan dan main dan jalan-jalan dan makan enyak sama si bocah tengil dua itu (Yes! Dua-duanya bocah dan tengil memang. Like father like son!).
Anyway, setelah hari ibu kemarin gue dan Qavi puas tiduran sampe siang karena malemnya Q habis nemenin mobun-nya begadang, hari ini kami nge-date berdua aja. Momonya lagi ke Puncak, ada kerjaan yang mesti diberesin.
We miss you already, mo.. Anaknya dari bangun sampe mau tidur lagi nanyaiiiinnn mulu.. nah yang ini like mother like son lah yaa, hahaaa..
Gue dari kecil ke mana-mana naik angkot, sendiri, sama mama, sama temen, atau rame-rame. Sejak pertama kali bawa Qavi naik angkot (yang ternyata gak susah), gue jadi ketagihan jalan berdua doang. Asiknya lagi, kalau naik angkutan umum akan selalu ada banyak yang bisa diceritain.
Hari ini Bandung macet banget. Beberapa hari belakangan selalu kaya gini. Dari rumah gue di daerah Timur sampe Cicaheum aja sejam! padahal biasanya 15-20 menit aja kalau naik angkot. Untung perginya pas jam tidur siangnya Qavi, jadi aman soalnya anaknya tidur. Tapi panasnya ampun deh!
Sepanjang jalan liat pengendara motor yang ngelewatin trotoar. Seperti biasa. Udah nggak aneh lah. Tapi tetep aja sebel!
Liat orang buang sampah sembarangan. Padahal posisinya gak lagi dalam kondisi harus-banget-buang-sampah-sekarang-juga.
Ada yang naik motor rame-rame, suami istri dan dua anaknya. Ngerti, lebih murah, lebih cepet, lebih praktis. Miris aja liatnya. Anak-anaknya nggak ada yang dipakein helm.
Daaaaannn..banyak hal-hal lainnya yang sungguh bikin kita (atau gue doang kali ya) jadi mikirin ini itu, kenapa gini kenapa gitu.. yasudahlah..
Hari ini Qavi maunya digendong mulu. Entah kenapa padahal kemarin-kemarin maunya jalan sendiri gak mau dipegangin. Capek katanya. Mungkin iya sih, mengingat beberapa hari belakangan jam tidurnya jadi gak teratur karena ikutan kami kerja terus ke sana ke mari. Yasudlah, disyukurin aja. Meski encok pegel linu tapi thanks God masih bisa peyuk-peyuk si anak bujang.
Kadang kesel, diajak jalan-jalan malah minta gendong mulu. Tapi lalu tarik nafas dan kiss kiss dan hug hug biar keselnya ilang. Plus ngingetin diri sendiri, konon katanya anak cowok itu sebentar banget mau dipeluk-peluk dan di-kiss-kiss-nya, jadi nikmatin ajaaaa.. :)
Sampai di BEC kita makan dulu di Bakmie GM. Mas-masnya cepat tanggap! Langsung nawarin mau pake baby chair atau gak, dan langsung gue iya-in. Satu lagi yang bikin gue bersyukur. Sepanjang makan Qavi mau duduk manis di baby chair. Makannya juga gak pake syusyah. Yaiyalah pesennya bakmie, favorit banget itu mah! Hahahaaa..
Tapi baksonya nggak habis, keasinan! Lupa bilang tadi sama pegawainya. Baksonya hari ini asin banget, mas! Yakali dibaca sama pegawai atau manager-nya Bakmie GM. Dan jamurnya dikit banget.. Perdana nih nyobain Bakmie GM di Bandung. Beberapa kali makan di Jakarta rasanya baksonya gak seasin ini deh.. Too bad.. Padahal kita sekeluarga pengemar Bakmie GM, kalau di Jakarta di manapun kalau udah gak-tau-mo-makan-apa-karena-udah-laper-dan-gak-bisa-mikir, pilihan selalu jatuh pada Bakmie GM karena rasanya udah pasti enak.
Selesai makan, kita naik ke Game Master. Cuma main 2 game. Lalu nonton yang lagi main Danz Base. Qavi doyang banget nonton yang lagi main Danz Base. Beneran nonton doang, di pinggir atau belakang. Anteng banget apalagi kalau yang main jagoan! Hihiii..
Pulangnya macet juga. Lalu baru pindah angkot, gak lama doi ngetem di Pahlawan. Lalu Qavi mulai menunjukkan tanda-tanda soon-to-be-cranky. Diajak turun aja deh. Sekalian beli Dunkin buat kasih oma yang hari ini ulang tahun.
Setelah beli DD di Giant, gue mampir ATM, taro 1/2 lusin donat di atas mesin ATM. Belum selesai transaksi, Qavi pengen pipis. Pengen pipis banget katanya. Buru-buru masukin uang sama ATM ke dompet, lalu cuss ke toilet umum.
Udah beres, mau pasangin sepatu Qavi, baru inget si donat setengah lusin ketinggalan di ATM. Buru-buru balik ke sana, dengan perasaan yakin pasti udah gak ada. Dan beneran udah gak ada..
Rasanya gondok! Iya, beneran deh gak boong, asli gondok banget..
Lalu terlintas kemarin baru aja nonton sekilas adegan di salah satu film tentang ibu yang diputer di tv lokal, sang ibu ngingetin anaknya untuk jangan pernah mengambil apapun yang bukan hak mereka, in a hard way, tangan anak-anaknya dicepret (apa sih bahasa Indonesia yang baik dan benarnya?) karena ketauan ngambil sesuatu. Sakit pasti, tapi gue bisa ngerasain apa yang dirasain ibunya, dan gue yakin ajaran itu bakal tertanam dalem di anak-anaknya itu. Sayang lupa judulnya dan nggak nonton lanjutannya karena mesti lanjutin kerjaan.
Tapi, bertahun-tahun bareng S, dari jaman pacaran sampe nikan dan punya Q dan sampe saat ini, gue jadi belajar banyak soal ikhlas. Sore tadi gue bilang baik-baik sama Q, kalau donatnya hilang.
Dengan berusaha gak mengeluarkan beberapa kalimat ini..
Kalau Q gak rusuh minta pipis tadi.. Kalau tadi pas di BEC dengerin bubun buat pipis dulu sebelum jalan pulang.. Harusnya tadi gak mampir ATM dulu, toh masih ada uang buat ongkos.. dan pikiran-pikiran setipe lainnya...
Habis dikasih kabar duka kalau donat hijau favoritnya yang juga ada di dalem dus itu hilang, merengeklah si bocah ini. Gue? Tarik nafas dalem-dalem.. Minta Q untuk gak merengek, lalu masangin sepatunya yang tadi belum sempet kepasang karena gue masih berharap si donat masih ada di tempatnya.
Masih setengah merengek, Q bilang "beli lagi aja donatnya..".
Akhirnya gue putusin buat beli lagi si donat. Kita balik lagi, minta setengah lusin donat yang sama dengan sebelumnya. Si mbaknya bingung, gue cerita singkat (karena kalau gue di posisi dia gue bakal penasaran apa yang terjadi dengan donat sebelumnya).
Keputusan beli lagi donat itu bukan karena Q merengek. Itu mah dibeliin satu lagi donat ijo juga beres. Tapi karena udah niat mau bawain donat buat omanya yang lagi ulang tahun di rumah. Plus untuk meyakinkan diri gue sendiri buat ikhlas kehilangan setengah lusin donat sebelumnya. Dan ini berhasil! Mungkin setengah lusin donat sebelumnya bukan rejeki kami, tapi rejeki orang yang dapetnya, jadi yasudahlah. :)
Malemnya Qavi nemenin gue ke pak RW untuk ngurusin KK. Pulangnya kita main sepeda-sepedaan. Pura-puranya naik sepeda, setengah lari sambil tangan kaya pegang stang gitu. I know it's kinda silly, but I love doing silly things with him..
Hampir sampai di depan rumah, gue berhenti mau ambil sampah bekas packaging di tengah jalan, lalu braaakk!! Qavi jatuh persis di depan gue dan gak kepegang. Buru-buru gue gendong Q, buang sampah ke tempat sampah deket situ, lalu mastiin mukanya yang abis nyium aspal gak kenapa-kenapa.
Merasa bersalah, iyalah pastinya. Tapi gue manusia, bisa melakukan kesalahan meski buat orang lain mungkin itu hal yang bodoh - Anak jatuh depan mata kok bisa gak ketahan? Malem-malem kok dibiarin lari-larian?
I did feel guilty..
Sampai depan rumah dibukain pintu sama omanya dan langsung dicecer pertanyaan khas oma-oma dengan penegasan yang gue terima adalah "kenapa bisa jatuh? kenapa gak dipegangin?", yang sejujurnya bikin gue terpojok dan makin merasa bersalah.
Tapi gue dan S udah sepakat soal pengasuhan anak, apapun yang terjadi, sebisa mungkin jangan saling menyalahkan. Fokus sama how to fix it dan terima aja yang udah terjadi.
Jadi daripada gue ribut lebih lanjut nanggepin omanya, atau sibuk menyalahkan diri sendiri, atau nyalahin Q yang malem-malem malah lari-larian, mending langsung aja bawa Q ke kamar dan ngecek hasil jatuhnya. Bawa ke kamar mandi, cuci-cuci, lalu menghibur si unyil satu ini sampe berhenti nangis. Kasih minum, baru tanya mana yang sakit. Dan ternyata sakitnya gak seberapa, kaget katanya. Tapi pas dicek, bibir atas, dagu, tangan sama lututnya baret karena jatuh tadi.
Gue inget, dulu kalau ketauan ada tambahan luka lagi di badan anaknya, mama selalu ngomel. Jalan hati-hati! Jangan lari-lari makanya! Siapa suruh naik-naik ke pohon? Makanya kalau dikasih tau dengerin!
Dan rasanya gak enak! Udah mesti nahan sakit, diomelin pula.. Akhirnya gue lebih memilih untuk gak bilang-bilang kalau sakit.
Gue mau memutus kebiasaan itu. Berusaha untuk lebih santai ngadepin hal-hal kayak gini. Karena anak-anak mesti hidup sebagai anak-anak. Melihat dunia sebagai anak-anak. Dengan sesedikit mungkin batasan ketakutan-ketakutan kita para orang dewasa.
Jatuh pas main sepeda-sepedaan di pinggir jalan malem-malem bukan sesuatu yang salah, atau menakutkan, atau bodoh. Itu adalah bagian dari pengalaman serunya sebagai anak-anak. Jadi menurut gue, biarin aja, it's ok! Lain kali lebih hati-hati aja.. :)
Hello Kai!
Kai is easier to say yaa. Sometimes he called himself "KaiKai". Kinda cute when he says so.. ❤
Another hair cut last week! Half an hour (rekor nih, biasanya hampir sejam!), on the yellow chair, with YouTube is on the desktop, and some extra snacks for making this little munchkin keep busy. A lot of treats was involved for sure, hahaaa..
First time poop (sorry..) di toilet jongkok dan sukses! Karena kebelet dan adanya cuma toilet umum versi jongkok. Tapi ternyata bisa kok,gampang malah. Mungkin karena konon katanya, pup dengan posisi jongkok itu memudahkan jalannya kotoran untuk keluar juga kali yaa..
Kemaren-kemaren (sejak beberapa bulan yang lalu sih sebenernya) gue selalu dapet pertanyaan model:
"Kenapa Qavi belum bisa ngomong ya? Si ini udah, si itu umurnya di bawah Qavi tapi udah juga.. yada yada yada..."
Dan jawaban gue selalu sama, "Yaaahh..belum mau aja kali.." plus muka lempeng, atau (kalau lagi mood ngomong lebih panjang), "Gak apa-apa, tiap anak kan perkembangannya beda-beda.".
Well, as Momma Hugglemonster said,
"You can't force someone to do something until they ready!"
Dan sekarang, semuaaa mulai ditanyain...
"Ini punya siapa?"
"Itu om siapa?"
"Mau ke mana lagi?"
Ya kan.. Gue percaya semua ada waktunya, kok. We don't have to worry about everything lah, yaa? Biarin aja anak-anak memilih kapan saatnya mereka mau melakukan hal apapun. Nggak usah ngoyo maksain ini itu cuma karena anak-anak lain seumurnya udah sampe situ.
Every child is different. They develop differently at their own pace and in their own way.
Kai is easier to say yaa. Sometimes he called himself "KaiKai". Kinda cute when he says so.. ❤
![]() |
| mind the messy background ^^ |
Kemaren-kemaren (sejak beberapa bulan yang lalu sih sebenernya) gue selalu dapet pertanyaan model:
Dan jawaban gue selalu sama, "Yaaahh..belum mau aja kali.." plus muka lempeng, atau (kalau lagi mood ngomong lebih panjang), "Gak apa-apa, tiap anak kan perkembangannya beda-beda.".
"You can't force someone to do something until they ready!"
"Ini punya siapa?"
"Itu om siapa?"
"Mau ke mana lagi?"
Every child is different. They develop differently at their own pace and in their own way.
Kai.
Ini panggilan pertama yang gue dan S kasih waktu Qavi masih di dalam perut, dan bahkan belum ketauan gender-nya. Gue suka nama Kai. S juga suka. Cewek atau cowok bisa dipanggil Kai. Kece aja menurut gue.. ♥
Kai artinya "laut" dalam bahasa Hawaii, "pemaaf" di Jepang, "pohon willow" dalam bahasa Navajo atau suku asli Amerika. Inget pohon besar yang ada di Avatar? Nah itu terinspirasi dari willow tree. Dan bentuk asli willow tree is pretty much just like that, except for the glowing leaves and branches.
Setelah pilihan jatuh pada nama Qavi di beberapa minggu terakhir sebelum lahiran, kita udah hampir nggak pernah manggil Kai lagi. Sampai beberapa hari yang lalu.
Bulan lalu, Ayumi - salah satu member TUM March+ 2013 Birth Club, baru aja lahiran putri keduanya. Yay! Congrats ya miihh..!! Lalu ada perdebatan soal nama si kecil Cilih (kita segrup WA manggilnya Cilih karena kakaknya dipanggil Ciloh, hihiii..) buat di aktenya. Singkat cerita, nama panggilan yang udah disetujui si jabang bayi dari jaman di perut nggak masuk akte. Tapi Yumi tetep manggil babynya Akky - dari Akari.
And then.. setelah baca chat soal perdebatan nama Akky ini, gue kepikiran terus sama nama panggilan Qavi dulu - Kai. Suatu siang dua minggu yang lalu, gue iseng manggil dia "Kai", yang lalu diikutin dengan sautan "huh?" Qavi plus LANGSUNG NENGOK! Kenapa gue caps lock? Karena jaraaaaaanngg banget anak ini nengok dan nyaut kalau dipanggil! dan gue girang plus surprised..
Malemnya gue cerita sama S dan kita nostalgia soal pemilihan nama Qavi. Beberapa hari setelah itu, gue meyakinkan diri buat nanya langsung sama yang bersangkutan, "mas Qavi maunya dipanggil Q, Qavi, atau Kai?". Dengan mantap dan nggak pake mikir lama dia jawab, "Kai!".
Lalu semenjak hari itu, Qavi jadi lebih sering kita panggil Kai. Mungkin dia lebih seneng dipanggil Kai daripada Q. Mungkin nama Kai udah familiar dan nempel banget semenjak jauh hari waktu dia masih di dalem perut. We might never know the real reason, tapi kita berdua percaya kok sama pilihan yang diambil si kecil. Why not?
Anyway, konon katanya, tanggal lahir kita bisa dikaitkan sama jenis pohon tertentu. Semacam zodiak dan shio mungkin yaa. Gue iseng tadi, ngecek tanggal lahir Qavi, lalu hasilnya adalah: Willow Tree!
Gue pohon lahirnya Walnut, dan S pohon Apel. Sifat dan karakter yang ada di masing-masing pohon ini kebetulan memang mirip sama sifat-sifat kami. Seru juga jadinya..
Ini panggilan pertama yang gue dan S kasih waktu Qavi masih di dalam perut, dan bahkan belum ketauan gender-nya. Gue suka nama Kai. S juga suka. Cewek atau cowok bisa dipanggil Kai. Kece aja menurut gue.. ♥
Kai artinya "laut" dalam bahasa Hawaii, "pemaaf" di Jepang, "pohon willow" dalam bahasa Navajo atau suku asli Amerika. Inget pohon besar yang ada di Avatar? Nah itu terinspirasi dari willow tree. Dan bentuk asli willow tree is pretty much just like that, except for the glowing leaves and branches.
Setelah pilihan jatuh pada nama Qavi di beberapa minggu terakhir sebelum lahiran, kita udah hampir nggak pernah manggil Kai lagi. Sampai beberapa hari yang lalu.
Bulan lalu, Ayumi - salah satu member TUM March+ 2013 Birth Club, baru aja lahiran putri keduanya. Yay! Congrats ya miihh..!! Lalu ada perdebatan soal nama si kecil Cilih (kita segrup WA manggilnya Cilih karena kakaknya dipanggil Ciloh, hihiii..) buat di aktenya. Singkat cerita, nama panggilan yang udah disetujui si jabang bayi dari jaman di perut nggak masuk akte. Tapi Yumi tetep manggil babynya Akky - dari Akari.
And then.. setelah baca chat soal perdebatan nama Akky ini, gue kepikiran terus sama nama panggilan Qavi dulu - Kai. Suatu siang dua minggu yang lalu, gue iseng manggil dia "Kai", yang lalu diikutin dengan sautan "huh?" Qavi plus LANGSUNG NENGOK! Kenapa gue caps lock? Karena jaraaaaaanngg banget anak ini nengok dan nyaut kalau dipanggil! dan gue girang plus surprised..
Malemnya gue cerita sama S dan kita nostalgia soal pemilihan nama Qavi. Beberapa hari setelah itu, gue meyakinkan diri buat nanya langsung sama yang bersangkutan, "mas Qavi maunya dipanggil Q, Qavi, atau Kai?". Dengan mantap dan nggak pake mikir lama dia jawab, "Kai!".
Lalu semenjak hari itu, Qavi jadi lebih sering kita panggil Kai. Mungkin dia lebih seneng dipanggil Kai daripada Q. Mungkin nama Kai udah familiar dan nempel banget semenjak jauh hari waktu dia masih di dalem perut. We might never know the real reason, tapi kita berdua percaya kok sama pilihan yang diambil si kecil. Why not?
Anyway, konon katanya, tanggal lahir kita bisa dikaitkan sama jenis pohon tertentu. Semacam zodiak dan shio mungkin yaa. Gue iseng tadi, ngecek tanggal lahir Qavi, lalu hasilnya adalah: Willow Tree!
![]() |
| via www.wishafriend.com |
Isn't it amazing how the universe works? You can find out your birth tree over here.
Gue pohon lahirnya Walnut, dan S pohon Apel. Sifat dan karakter yang ada di masing-masing pohon ini kebetulan memang mirip sama sifat-sifat kami. Seru juga jadinya..
If you haven't noticed, I've got a new widget on the side of this blog that links to my Etsy shop. And yes, I finally opened my shop on Etsy, yay!
It took me a long long time to finally open a shop on Etsy. I have been dreaming it from the first time I saw the website, back when I was just graduated from my college - "It would be great to have a shop on Etsy and selling my products to people around the world!".
But then, due to a long thought of so many things - maybe too many, I keep on refused to do it. Until one day I decided to let those crazy thoughts about what to sell, hows the shipping, the packaging, and many other things fly away to the sky and told myself to just do it.
So here I am with my brand new shop that is officially open for business. You can find sets of ready to print hand-lettering quotes to be put on your favorite spots at home or office. ;)
It took me a long long time to finally open a shop on Etsy. I have been dreaming it from the first time I saw the website, back when I was just graduated from my college - "It would be great to have a shop on Etsy and selling my products to people around the world!".
But then, due to a long thought of so many things - maybe too many, I keep on refused to do it. Until one day I decided to let those crazy thoughts about what to sell, hows the shipping, the packaging, and many other things fly away to the sky and told myself to just do it.
So here I am with my brand new shop that is officially open for business. You can find sets of ready to print hand-lettering quotes to be put on your favorite spots at home or office. ;)
>> the dancing fingers <<
Pada ngapain weekend ini? Udah masuk musim hujan, yaa. Beberapa hari ini Bandung diguyur hujan lebat plus petir menggelegar. Jadi mesti pinter-pinter ngatur waktu kalau mau main-main ke luar sama si little monkey. Timingnya mesti pas! Berangkat pas belum hujan, sampe tujuan sebelum hujan, pergi pun mesti ke tempat yang aman dari hujan dan anginnya yang super kenceng.
Jum'at kemarin kita ikutan March+ playdate seperti biasa di Awiligar. Playdate kali ini temanya musik. Cerita lengkapnya segera di-post yaa.. Hectic banget minggu ini, sampe nggak sempet posting updates. Hari Sabtu jadwalnya BS, tapi Sabtu ini Q nggak ikutan berenang, karena kita sampenya kesorean dan anginnya udah mulai kenceng.
Have a nice weekend and stay healthy. :)

















































