Awal bulan lalu kami main ke Street Stage di East Point Temporal - Cicaheum, Bandung. Agak yakin-gak-yakin waktu nyari tempatnya, soalnya gak ada spanduk atau pertanda ada event apapun di sekitar venue-nya, cuma ada flyer kecil yang ditempel di depan gerbang pabrik yang mana hampir gak keliatan pas kita lewat.
Pamerannya di dalam gedung, cukup luas dengan lighting yang ok banget. Menyenangkan deh liat hasil karya seniman-seniman lokal kita yang kece-kece ini. Karya yang ditampilkan macem-macem, dari mural hingga produk artwork yang ready to sell. Selain itu ada juga video mapping plus art installation.
Q ikut menikmati sekali jalan-jalan minggu malam kita ke pameran kali ini, termasuk saat nonton video mapping plus instalasi yang menyerupai langit. Nggak nyangka si unyil satu ini bisa duduk asyik mantengin layar besar yang dipenuhi warna warni aurora, bintang dan awan.
Q juga seneng banget waktu lihat live drawing dari om-om artists yang menggambar di atas sepasang sepatu kanvas dengan berbagai media yang berbeda.
Q juga seneng banget waktu lihat live drawing dari om-om artists yang menggambar di atas sepasang sepatu kanvas dengan berbagai media yang berbeda.
Sempet nyicipin street food-nya juga, karena penasaran liat booth Jonn & Sons yang cukup bikin hati ingin melirik terus-terusan ke sana, hihii.. Kami pesen Astro Bun dengan bun warna pink (request dari bocah - burger merah!). It was so yummy - minus the weird fried spinach. Mungkin kalau bayam goreng tepungnya digoreng tepat sebelum disajikan gak bakalan jadi alot kayak pas kita makan malam itu..
Hi there!
I just added some new printable quotes on my Etsy shop. Feel free to come and see (and maybe purchase) some of my hand lettering artworks on The Dancing Fingers. :D
I just added some new printable quotes on my Etsy shop. Feel free to come and see (and maybe purchase) some of my hand lettering artworks on The Dancing Fingers. :D
>> The Dancing Fingers <<
Beberapa hari yang lalu gue, S, Q dan Ondy main-main ke Outline - Indonesia Drawing Festival. Ada pameran ilustrasi dengan beragam media, workshop dan diskusi yang terbuka untuk umum di sana.
![]() |
| via Bandung Magazine |
Ini bukan kali pertama Qavi gue ajak ke pameran seni. Dari bayi Q sering kita bawa ke beberapa acara bazaar ataupun pameran seni, craft, sampe otomotif. Jadi dia udah cukup terbiasa dengan suasana di tempat-tempat itu. Bedanya, sekarang ini si bocah lagi demen lari sana sini, jadi pe er gue adalah kudu pasang mata elang dan hati-hati sama tingkah lakunya selama di dalam pameran.
Tapi so far so good. Selain teriak-teriak manggil gue atau momonya dan lari sana-sini, nothing to worry about. Untung juga lagi nggak terlalu rame tempatnya, jadi gue nggak khawatir dia nabrak-nabrak orang lalu orangnya bete dan ngasemin gue.
Some of our favorite illustrations..
Some of our favorite illustrations..
Siapa bilang nggak bisa ajak toddler ke pameran seni? Pinter-pinternya kita aja bikin suasana di ruang pameran nggak ngebosenin buat si kecil. Ajak ngobrol sepanjang perjalanan ngiterin ruang pameran. Tiap liat karya seni yang dipajang, bahas sesuatu yang bisa bikin mereka tertarik, misalnya tantenya lagi makan buah merah (sebutan Q untuk semangka), lalu ada tumpukan ice cream banyak sekali di sampingnya, warna warni, ada warna merah, hijau, ....
Kalau si bocah udah mulai bosen, jangan dipaksa! Ke luar aja dulu, ajak main sampe bosannya hilang dan mau lagi di ajak ke dalam. Tapi kalau memang udah bosen banget, mending cuss aja lah yaaa.. daripada tantrum nongol di ruang pamer.




























