A tiny-two-levels cafe with industrial interior style, cozy enough to spend a few hours chit-chatting with friends or family. Smoking and vaping area is outside the room. A big table with a few chairs upstairs. Smaller ones downstairs with a few more chairs and sofas.
Bandung sekarang ramenya warbyazak deh kalau weekend. Jalanan macet, mall rame, tempat makan pada penuh, coffee shop mah jangan ditanya, di mana-mana selalu penuh sampe susah mau cari tempat parkir aja..
Nah, beberapa minggu yang lalu, Sabtu siang kita ke luar, pengen nangkring gitu judulnya, tapi bingung mau ke mana. Pas lewat Jalan Progo, dari ujung ke ujung semua cafe di sepanjang jalan itu keliatan penuh banget. Tadinya mau melipir ke cafe favorit di ujung jalan, tapi ternyata nggak kalah penuh juga, parkirannya udah sampe pinggir jalan.. Akhirnya kita muter lagi, karena sebelumnya sempet liat ada cafe (yang kayaknya) baru dan masih sepi, lalu melipirlah kami ke Nique's Bakery & Patisserie.
Habis beres-beres folder foto, dan gue nemu beberapa foto tempat makan dan minum yang belum sempet di-post di mari. Weiks..banyak PR ternyataaaa..
Beklaaahh.. Let's get started with this one..
(seruput kopi nangkring depan PC dulu mumpung bocah lagi boci)
Bulan lalu kita bertiga ke Jakarta. Nginep di tempat kipar, seperti biasa, di daerah Bintaro. Udah beberapa kali bolak-balik ke sana, tapi nggak juga sempet mampir ke tempat ngopi satu ini. Akhirnya suatu pagi-menjelang-siang sebelum pulang ke Bandung keesokan harinya, kita sengajain main ke Pasar Modern Bintaro demi melipir ke Nha Ca Phe.
Nha Ca Phe ini rekomen dari Nisa, salah satu dari emak-emak march13 yang juga doyan ngopi. :D
Nisa dan suami sering ke sini, hampir tiap weekend, kalo kata Mas Ari - baristanya Nha Ca Phe. Lalu setelah gue dan S nyobain ngopi di sana dan ngobrol ngalor-ngidul sama mas Ari, barulah kita ngerti kenapa Nisa n suami doyan banget nangkring di sini tiap weekend, hahaaa..
Buat penggemar kopi khususnya kopi Arabika, silahkan melipir ke Nha Ca Phe, karena semua kopi yang digunakan di sini berasal dari biji-biji kopi Arabika, lokal dan internasional. Dari Sumatra, Jawa, Bali, Toraja bahkan biji kopi Papua pun mereka sedia di sini. Biji kopi dari luar nggak tentu adanya, kalau kata mas Ari, sedapetnya owner aja, bulan ini dapetnya apa, itu yang dipajang di toko.
Yang bikin lebih menarik dan nikmat adalah, setiap pesanan kopi itu digiling langsung di depan customer sebelum diracik, dan kita bisa pilih sendiri dengan alat apa kopi kita ingin di-brew! Mau pakai V60, Coffee Drip, Syphon, atau Moka Pot, just ask for it!
Barista jawara andalan Nha Ca Phe ini juga jadi salah satu alasan kita seneng nangkring lama-lama di sini. mas Ari orangnya ramah banget, siap sedia dengan senang hati menjawab semua pertanyaan gue dan S meskipun terkadang cenderung ke arah kepo, hahaa.. Kita ngobrol banyak banget, mulai dari kopi-kopi yang mereka sediain di sini, sampe gimana ceritanya mas Ari bisa "nyemplung" ke dunia per-kopi-an. *sebenernya obrolan kita sampe ke keluarganya mas Ari segala, karena ternyata doi orang bandung, hahaaa..
Untungnyaaaa Q juga betah ikutan nangkring di sini, dengan modal cakue + kue bantal + sesekali jalan-jalan ngiterin Pasmod. Yaahh.. namanya juga bocah, kudu di-treatment khusus biar bisa betah ikutan bubun-momonya yang doyan nangkring sana sini ini. Kemarin sepi pas ke sana, jadi Q juga nggak riwil (dia nggak suka tempat yang terlalu rame).
Nha Ca Phe bukan cafe besar, jadi jangan berharap sofa super empuk dan wifi kenceng yaa. Meski kecil, tempatnya cukup nyaman dan bersih. Begitu masuk Pasmod, tanya aja sama salah satu penjual di sana di mana lokasi persisnya Nha Ca Phe, semua tau kok, karena memang cuma satu itu aja toko kopi di sana.
Nha Ca Phe juga sedia beberapa pilihan susu, jadi kalau nggak terlalu suka black coffee atau espresso, pesen aja Coffee Latte atau Kopi Susu pakai susu kental manis. Selain varian kopi, Nha Ca Phe juga punya Chrysanthemum Tea atau Teh Bunga Krisan yang bisa diseduh dengan French Press.
Salah satu produk baru mereka adalah Cold Brew dari Kedai Bijikopi. Cold Brew coffee ini beda sama Iced Coffee, yaa. Kalau Iced Cofee, kopinya diseduh dengan air panas seperti biasa terus dikasih es batu, sementara Cold Brew adalah proses menyeduh kopi dengan air suhu ruang atau air dingin, dengan waktu yang cukup lama, sehingga dihasilkan kopi dengan tingkat keasaman yang lebih rendah.
Beklaaahh.. Let's get started with this one..
(seruput kopi nangkring depan PC dulu mumpung bocah lagi boci)
Bulan lalu kita bertiga ke Jakarta. Nginep di tempat kipar, seperti biasa, di daerah Bintaro. Udah beberapa kali bolak-balik ke sana, tapi nggak juga sempet mampir ke tempat ngopi satu ini. Akhirnya suatu pagi-menjelang-siang sebelum pulang ke Bandung keesokan harinya, kita sengajain main ke Pasar Modern Bintaro demi melipir ke Nha Ca Phe.
Nha Ca Phe ini rekomen dari Nisa, salah satu dari emak-emak march13 yang juga doyan ngopi. :D
Nisa dan suami sering ke sini, hampir tiap weekend, kalo kata Mas Ari - baristanya Nha Ca Phe. Lalu setelah gue dan S nyobain ngopi di sana dan ngobrol ngalor-ngidul sama mas Ari, barulah kita ngerti kenapa Nisa n suami doyan banget nangkring di sini tiap weekend, hahaaa..
Buat penggemar kopi khususnya kopi Arabika, silahkan melipir ke Nha Ca Phe, karena semua kopi yang digunakan di sini berasal dari biji-biji kopi Arabika, lokal dan internasional. Dari Sumatra, Jawa, Bali, Toraja bahkan biji kopi Papua pun mereka sedia di sini. Biji kopi dari luar nggak tentu adanya, kalau kata mas Ari, sedapetnya owner aja, bulan ini dapetnya apa, itu yang dipajang di toko.
Yang bikin lebih menarik dan nikmat adalah, setiap pesanan kopi itu digiling langsung di depan customer sebelum diracik, dan kita bisa pilih sendiri dengan alat apa kopi kita ingin di-brew! Mau pakai V60, Coffee Drip, Syphon, atau Moka Pot, just ask for it!
Barista jawara andalan Nha Ca Phe ini juga jadi salah satu alasan kita seneng nangkring lama-lama di sini. mas Ari orangnya ramah banget, siap sedia dengan senang hati menjawab semua pertanyaan gue dan S meskipun terkadang cenderung ke arah kepo, hahaa.. Kita ngobrol banyak banget, mulai dari kopi-kopi yang mereka sediain di sini, sampe gimana ceritanya mas Ari bisa "nyemplung" ke dunia per-kopi-an. *sebenernya obrolan kita sampe ke keluarganya mas Ari segala, karena ternyata doi orang bandung, hahaaa..
Untungnyaaaa Q juga betah ikutan nangkring di sini, dengan modal cakue + kue bantal + sesekali jalan-jalan ngiterin Pasmod. Yaahh.. namanya juga bocah, kudu di-treatment khusus biar bisa betah ikutan bubun-momonya yang doyan nangkring sana sini ini. Kemarin sepi pas ke sana, jadi Q juga nggak riwil (dia nggak suka tempat yang terlalu rame).
Nha Ca Phe bukan cafe besar, jadi jangan berharap sofa super empuk dan wifi kenceng yaa. Meski kecil, tempatnya cukup nyaman dan bersih. Begitu masuk Pasmod, tanya aja sama salah satu penjual di sana di mana lokasi persisnya Nha Ca Phe, semua tau kok, karena memang cuma satu itu aja toko kopi di sana.
Nha Ca Phe juga sedia beberapa pilihan susu, jadi kalau nggak terlalu suka black coffee atau espresso, pesen aja Coffee Latte atau Kopi Susu pakai susu kental manis. Selain varian kopi, Nha Ca Phe juga punya Chrysanthemum Tea atau Teh Bunga Krisan yang bisa diseduh dengan French Press.
Salah satu produk baru mereka adalah Cold Brew dari Kedai Bijikopi. Cold Brew coffee ini beda sama Iced Coffee, yaa. Kalau Iced Cofee, kopinya diseduh dengan air panas seperti biasa terus dikasih es batu, sementara Cold Brew adalah proses menyeduh kopi dengan air suhu ruang atau air dingin, dengan waktu yang cukup lama, sehingga dihasilkan kopi dengan tingkat keasaman yang lebih rendah.
>> Nha Ca Phe <<
Pasar Modern Bintaro Sektor 7
South Tangerang - Banten
Indonesia
@nhacaphe
@nhacaphe
We went to Trademark at The Trans Luxury Hotel Bandung. It was Qavi's first big mall outing! And it looks like he enjoyed it very much..
We stopped in The Coffee Bean & Tea Leaf to grab some snacks. It's been a very long time since my last visit to Coffee Bean, due to an unpleasant event that happened years ago. Thanks God it didn't happen again this time! Anyway, we had a Chicken Curry Pie (or something like that, I forgot the name of the dish) and a hot Mocha Latte (and I also forgot this one's real name on the menu, hahaa.. pardon me! I lost the bill..). The coffee is good.. The pie? Hmm.. I think it was o.k!

















